Tempat Wisata Di Demak

10 Tempat Wisata Di Demak yang Sarat Akan Makna Sejarahnya

Posted on

Potensi wisata suatu daerah biasanya akan dipengaruhi oleh banyak factor, mulai dari letak geografisnya hingga sejarah. Sama halnya seperti Demak, Kawasan yang masih bagian daerah Jawa Tengah ini terkenal akan sejarah penyebaran agama Islamnya. Sehingga tak heran kalau tempat wisata di Demak dipengaruhi juga dengan hal tersebut.

Tempat Wisata di Demak

Nah traveller, karena artikel ini akan membahas soal tempat wisata di Demak maka akan lebih baik kalau kita mencari tahu tempat-tempat yang memang erat kaitannya dengan jejak sejarah kota Demak. So, tidak berlama-lama lagi, langsung simak saja yuk ulasan berikut ini!

Masjid Agung Demak

Masjid Agung Demak

Saat ke Demak, tak lengkap rasanya kalau kamu tidak berkunjung ke masjid tertua yang ada di sana, yaitu Masjid Agung Demak. Sudah berdiri sejak abad ke 15 dan dibangun oleh sultan pertama dari kesultanan Demak yang bernama Raden Patah dengan Wali Songo.

Untuk lokasi Masjid Agung ini berada di Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Lebih tepatnya ada di alun-alun dan pusat keramaian kota sehingga tidak akan sulit kamu temukan. Selain itu juga, tak jauh dari masjid kamu bisa menemukan makam SUnan Kalijaga, jaraknya 3 km.

Sementara itu, untuk gaya arsitektur masjid Agung Demak sangat kental dengan gaya Jawa dengan memiliki makna pada tiap bagiannya. Sama halnya dengan tiap masjid yang mempunya bentuk atap berundak dimana ini bermakna akidah islam yaitu, Iman, Islam dan Ihsan. Arsitektur lain ada pada pintu utama masjid Demak yaitu Pintu Bledeg yang digunakan sebagai anti petir. Terbuat dari kayu jati dan dipenuhi berbagai macam ukiran cantik bergambar 2 kepala naga.

Baca Juga: Wisata Brebes

Nah, kalau berdasarkan budaya Jawa, gambar yang ada pada pint tersebut berasal dari prasasti Condro Sengkolo yang artinya penanda waktu. Namun sekarang pintu Bledeg tersebut telah dipindahkan ke sebuah museum. Mungkin karena makna dan sejarahnya jadi harus dipindahkan ke tempat yang lebih terjaga.

Keunikan lain yang bisa kamu temukan dari tempat wisata Jawa Tengah ini yaitu ada pada 4 saka atau tiang utama. Dimana masing-masing tingginya mencapai 16 meter dan berdasarkan sejarah dari masyarakat, saka tersebut dibuat oleh 4 wali yakni Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga.

Penamaan saka tatal untuk tiang karena pembuatanya dari tatal atau serpihan kayu sisa yang diikat. Biarpun tidak terbuat dari kayu utuh namun kekuatan saka tatal ini ternyata sama dengan tiang yang lainnya.

Fakta selanjutnya yang bisa kamu temukan di Masjid Agung Demak adalah terdapat beberapa makam orang terpandang pada masa kejayaan kerajaan Demak. Yakni makam Raden Patah, Raja pertama Demak. Lalu Sykeh Maulana Maghribi, Pati unus dan Sultan Trenggono. Wisatawan yang datang biasanya akan menyempatkan untuk berziarah ke makan tersebut.

Salah satu spot menarik lainnya yang harus kamu tahu saat berkunjung ke sini adalah situs kolam wudhu. Ukurannya kurang lebih 10 x 25 meter, memiliki 3 batu dengan ukuran yang berbeda-beda. Batu warna hitam dengan ukuran lebih besar dan berdiri tegak, sementara itu untuk 2 batu lainnya yaitu batu hitam tergeletak bersamaan dengan batu hias yang memiliki urang lebih kecil. Kolam ini dulunya adalah tempat yang biasa digunakan berwudhu oleh Wali Songo.

Makam Terapung Syekh Mudzakir

Makam Terapung Syekh Mudzakir

Demak memang kota yang sarat akan sejarah penyebaran agama Islam, sehingga tak heran bila ada banyak makam para pemuka agama dan sangat dihormati. Makam-makam tersebut pun tak luput dari perhatian wisatawan, khususnya umat muslim yang ingin melakukan ziarah.

Seperti makam Syekh Mudzakir, biarpun berlokasi di tengah laut namun tidak mengurangi jumlah peziarah yang berkunjung. Syekh Mudzakir sendiri adalah seorang pejuang Kemerdekaan dan ulama besar pada masa itu, kisaran tahun 1900-1960 an. Guna memperjuangkan kemerdekaan dan menyebarkan ajaran agama slam, ia memutuskan untuk menetap dan melakukan syiar di pesisir pantai morosari Sayung Demak. Sehingga tak heran bila makamnya pun disebut makam terapung dan diletakkan dekat dengan laut.

Awalnya, makam ini merupakan daratan dan tempat pemakaman umum. Namun lama kelamaan habis digulung abrasi sampai hanya menyisakan makam Syekh Mudzakir dan beberapa keluarganya. Ajaibnya, biarpun dusun sudah habis dan tenggelam namun makam Syekh Mudzakir ternyata masih bertahan dan utuh sekalipun air pasang atau pun ada ombak.

Selain berziarah, wisatawan yang datang ke wisata Demak ini juga bisa menikmati keindahan Kawasan mangrove. Ya, selesai berziarah, mungkin kamu juga bisa menyempatkan untuk berjalan-jalan di Kawasan pesisir pantai tersebut.

Ada 2 akses jalan yang bisa kamu lalui agar bisa sampai ke makam Syekh Mudzakir. Salah satunya adalah dengan jalur air dan menumpang perahu, biasanya per orang akan dikenakan tarif sebesar 10 ribu rupiah. Awal rutenya mulai dari Pantai Morosari. Atau kalau ingin melewati jalur darat juga bisa sekali, kamu bisa menempuh dengan berjalan kaki sejauh 1 km. Ada jalan beton yang sudah dibuat selebar 1 meter, jalan ini membelah laut langsung menuju makam.

Tidak ada tarif masuk yang ditetapkan, namun pihak pengelola makam dan pantai menyediakan sebuah kota amal yang bisa diisi seikhlasnya.

Hutan Mangrove Morosari Sayung

Hutan Mangrove Morosari Sayung

Sebelumnya sudah diceritakan mengenai wisata religi yang berada di pesisir pantai. Nah, Hutan Mangrove Morosari Sayung sendiri masih berada satu Kawasan dengan wisata Demak sebelumnya. Pemandangan hutan mangrove yang terjaga, asri dan terbilang sejuk sangat bisa menarik perhatian peziarah yang berkunjung ke makam Syekh Mudzakir. Ribuan hektar pohon bakau serta ratusan macam-macam jenis burung hidup di Kawasan ini karena dampak abrasi.

Kalau kamu membawa kamera, langsungs saja abadikan momen keberadaanmu saat berada di Hutan Mangrove Morosari. Pasalnya spot foto di sini terbentuk secara alami dan instagramable banget, sehingga sangat rugi bila kamu lewatkan. Kamu bisa berfoto diatas jembatan kayu di antara pohon mangrove di kanan dan kiri.

Brown Canyon Demak

Brown Canyon Demak

Di Indonesia keberadaan Brown Canyon sendiri merupakan sebuah bukti bahwa dulunya pernah ada aktivitas penambangan. Biarpun begitu, bekas tambangnya ternyata mampu menarik perhatian wisatawan.

Tempat wisata Demak terbaru ini tak kala unik dengan Grand Canyon yang ada di Amerika. Saat sampai di Kawasan wisatanya, kamu bisa melihat tebing-tebing yang berdiri karena hasil dari pengikisan. Namun tentu saja, bedanya adalah Brown Canyon di Demak ini dikikis oleh manusia karena penambangan batu padas.

Biasanya pengunjung akan semakin ramai saat sore hari. Ini karena menjelang sore, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan senja yang amat sangat menakjubkan. Langit berwarna orange yang lama-lama akan menggelap dan matahari yang juga akan tenggelam menjadi pemandangan sore paling romantis.

Saat datang ke sini, jangan lupa membawa kamera ya. Sebab spot foto dengan latar belakang brown Canyon Demak merupakan spot paling favorit karena bisa menghasilkan gambar yang sangat instagramable.

Untuk lokasinya sendiri berjarak 15 km dari arah timur Dema, lebih tepatnya dari Simpanglima Kota Semarang. Terbilang cukup dekat dengan Kota Semarang sebab berbatasan langsung dengan ibu kota Jawa Tengah. Agar bisa masuk ke Kawasan Brown Canyon kamu akan dikenakan tarif masuk sebesar 5 ribu rupiah saja per orang.

Desa Wisata Tlogoweru

Desa Wisata Tlogoweru

Semilir angin serta hamparan sawah yang berada di tepi jalan akan menyambut para pengunjung saat masuk ke perbatasan desa tempat wisata Kota Demak, Desa Tlogoweru. Sekilas memang tidak terlihat ada yang spesial, namun kalau kamu memperhatikan dengan lebih detail ada banyak burung hantu yang berkeliaran dengan bebas di desa ini.

Ya, ini karena hampir semua penduduk yang tinggal di desa wisata Tlogoweru memelihara burung hantu. Bahkan ada yang memelihara dalam jumlah cukup besar. Ini karena Burung Hantu adalah hewan budidaya dan sengaja di tangkar. Penduduk setempat pun memelihara burung hantu untuk digunakan sebagai teknik alamiah untuk menjaga dari hama tikus.

Mulanya, ide memelihara burung hantu dilakukan seorang petani dan hanya dipelihara sepasang saja. Lama kelamaan bertambah karena melihat hasil yang sangat baik untuk lahan tani masyarakat. Hingga sekarang, burung hantu yang ada di desa tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.

Pantai Morodemak

Pantai Moro Demak

Objek wisata di Demak selanjutnya adalah Pantai Moro Demak. Dimana pada satu sisinya, pantai ini mengalami abrasi. Namun bagian daratan yang terkena, justru malah mengalami pertambahan karena dampak dari sedimentasi Sungai Tuntang. Sehingga munculah gumuk pasir yang berasal dari kejadian alam langka dan terbilang jarang terjadi di daerah tropis. Untuk tempat munculnya gumuk pasir ini tepatnya di Muara Sungai Tuntang lama yang saling bertemu dengan perairan Pantai Bonang.

Terlepas dari hal tersebut pantai Moro sangat cocok dijadikan sebagai destinasi wisata pilihan untuk mengisi waktu liburan. Apalagi bagi kamu yang ingin melihat sunset, dijamin Pantai Moro adalah tempat paling tepat sebab posisinya yang pas menghadap ke arah barat.

Di sekitar Kawasan, terdapat beberapa lokasi lain yang bisa kamu kunjungi. Seperti tempat pelelangan ikan misalnya. Di sini wisatawan dapat mencicipi secara langsung bagaimana lezatnya ikan hasil tangkapan yang masih segar. Ada pula kampung nelayang yang berada di sebelah selatan, kalau kamu suka memancing tentu saja kampung nelayan akan sangat memanjakanmu.

Sentra Batik Demak

Sentra Batik Demak

Biarpun bukan kota Batik seperti Solo, namun Demak juga ternyata memiliki sentra kerajinan batik khas Demak yang terinspirasi dari khazanah kearifan budaya lokal. Ada banyak motif batik yang diproduksi langsung oleh para pengrajin yang ada di Kabupaten Demak. Salah satu motif yang paling terkenal adalah motif dengan elemen masjid agung Demak, ini juga termasuk yang paling banyak diproduksi.

Tidak hanya membeli kain batik yang sudah jadi saja, kalau kamu kamu, kamu bisa loh melihat secara langsung bagaimana proses produksi batik demak tersebut. Motif khas lain yang bisa kamu temukan dari kain batik yang ada di sentra Batik Demak diantaranya motif Sekar Jagad Demak Bintoro, atau paduan dari pola jambu dan belimbing yang berpadu dengan garis pantai. Ada pula motif yang terinspirasi dari artefak masjid Agung Demak yaitu batik Pintu Bledeg dimana pola tersebut berasal dari pengembangan pintu Bledeg.

Ada juga pola masjid agung yang dikombinasikan dengan motif Bunga krisan. Sangat unik sekali dan ada banyak pilihan dengan ciri khas Demak. So, kamu nggak usah ragu lagi kalau ingin mencari buah tangan, datang saja ke Sentra Batik yang berada di Jalan Sultan Hadiwijaya Nomor 21 Nogorame, Mangunjiwan, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Pantai Glagah Wangi

Pantai Glagah Wangi

Istana Tambak Bulusan atau yang lebih terkenal dengan singkatan Istambul ternyata mempunyai sebuah pantai yang menawan yaitu Pantai Glagah Wangi. Wisata Demak yang sangat sempurna karena keindahan pantainya, hutan mangrove juga semakin melengkapi pesona pantai Glagah Wangi. Kamu bisa menikmati suasana pantai dengan berjalan menapaki hamparan pasir hitam.

Agrowisata Belimbing dan Jambu Merah Delima

Agrowisata Belimbing dan Jambu Merah Delima

Sebuah agrowisata yang sangat populer di Kota Dema ini kerap dikunjungi oleh wisatawan yang sedang liburan bersama keluarga. Demak memang terkenal akan buah belimbing dan jambu merah delimanya yang khas, sehingga tak heran kalau berdiri secara khusus agrowisata ini.

Kamu akan diajak untuk menikmati bagaimana suasana alam pedesaan yang sangat menyegarkan. Ada Pula sajian makan khas dari kabupaten Demak dan berasal dari hasil bumi tanah Demak.

Di kawasan tempat wisata Demak agrowisata buah belimbing dan jambu merah delima, pengunjung juga akan diajak menikmati suasana alam pedesaan. Dilengkapi dengan sajian makanan khas dari Kabupaten Demak yang berasal dari hasil bumi.

Nah, saat hendak berwisata di sini kamu akan ditawari beberapa paket wisata. Dimana tiap paketnya harus beranggotakan minimal 30 pengunjung dengan biaya yang harus dikeluarkan kurang lebih 50 ribu rupiah per orang. Harga sewaktu-waktu bisa berubah tergantung kebijakan pihak pengelola wisatanya ya.

Pantai Tirangan

Pantai Tirangan

Next, tempat wisata Demak Jawa Tengah yang terakhir lagi-lagi bertemakan pantai yaitu Pantai Tirangan. Disini kamu bisa menemukan pasir pantai yang lembut tanpa ada bebatuan. Sehingga pengunjung bisa bermain pasir sepuasnya, pemandangan pantainya pun sangat rugi bila tidak kamu nikmati. Deburan ombak dan angin sepoi-sepoi, semakin melengkapi keberadaanmu di Pantai Tirangan.

Gelombang air lautnya terbilang aman sebab cukup kecil dan air lautnya jernih. Tak heran bila beberapa wisatawan keran memanfaatkan waktu berkunjung ke sini untuk memancing. Sebab ada banyak ikan yang bisa didapatkan seperti ikan Kakap Putih, Blanak, Rusah-Rusah, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Wisata Cilacap

Tertarik untuk menjelajahi dan menikmati pesona Pantai Tirangan? Yuk langsung saja datang ke Desa Tambakrejo, Demak, Jawa Tengah. Jangan lupa juga untuk menyiapkan tiket masuk 5 ribu rupiah per orang. Nah, untuk jam bukanya sendiri 24 jam, jadi kamu bisa bebas datang jam berapa saja. Kalau ingin menginap dan mendirikan tenda pun bisa sekali. Namun jangan lupa untuk mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan sebab disini tidak menyediakan tempat penyewaan nya.

Itulah 10 tempat wisata di Demak yang sarat akan makna sejarahnya. Demak memang kota istimewa sebab sejarah perjuangan dan penyebaran agama islam melekat dengan kota ini. So, jangan ragu lagi untuk menjadikan Demak sebagai tujuan wisata mu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *