Tempat Wisata Di Dieng

10 Tempat Wisata Di Dieng Wonosobo Terkeren Wajib Dikunjungi

Posted on

Tempat Wisata Di Dieng merupakan daerah di Jawa Tengah yang berada di dataran tinggi. Udaranya sejuk, pemandangan alam Dieng pun sangat indah dan sudah sangat terkenal. Beberapa tempat wisata di Dieng pun kerap menjadi tujuan para wisatawan. Khususnya yang ingin menikmati suasana alamnya.

Tempat Wisata di Dieng Wonosobo Jawa Tengah

Bagi kamu yang berencana untuk liburan ke Dieng. Sebaiknya simak dulu yuk 10 tempat wisata di Dieng yang Bertemakan alam dan wajib banget kamu kunjungi berikut ini.

Telaga Warna

 

Telaga Warna

Tempat wisata di Jawa Tengah Dieng pertama adalah Telaga Warna. Bagi masyarakat sekitar telaga ini sudah tak asing lagi. Namun berbeda dengan wisatawan dari luar kota tentu saja berkunjung ke Telaga Warna menjadi hal yang sangat berbeda.

Sebuah danau indah dengan kandungan belerang tinggi lalu membuat Pelangi secara alami dan bisa berubah warna, hanya bisa kamu lihat di sini. Suasananya juga terbilang cukup mistis apalagi dengan adanya kabut putih serta pepohonan rindang yang mengelilingi danau. Namun, biarpun begitu Telaga Warna sangat cocok untuk menenangkan pikiran.

Ada alasan mengapa dinamakan Telaga Warna. Sebab faktanya memang air danau tersebut bisa berubah-ubah. Terkadang berwarna kuning, hijau, ungu menyerupai warna Pelangi. Bila dijelaskan secara ilmiah, sudah jelas bahwa ini terpengaruh akibat kandungan sulfur yang cukup tinggi.

Bagi masyarakat setempat, keberadaan Telaga Warna sangatlah bermanfaat. Mereka biasa menggunakan air danau untuk mengairi lahan perkebunan kentang serta kubis yang merupakan komoditi pertanian utama daerah Dieng.

Baca Juga: Tempat Wisata Di Tegal

Bila kamu ingin berkunjung ke Telaga Warna, kamu bisa datang dari pukul 8 pagi sampai dengan 5 sore. Berbagai fasilitas umum sudah dibuat dengan sederhana namun nyaman. Seperti area parkir, mushola, kamar mandi, warung makan dan juga wc umum. Sebuah mitos yang tak lepas dari tempat wisata Dieng ini yaitu konon Telaga Biru dipercaya sebagai tempat mandi para bidadari.

Batu Pandang Ratapan Angin

Batu Pandang Ratapan Angin

Batu Pandang Ratapan Angin merupakan wisata Dieng yang berlokasi di Jln Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Merupakan sebuah tempat yang paling pas untuk menikmati pemandangan alam Dieng dan udaranya yang sejuk.

Agar kamu bisa masuk ke Kawasan wisatanya dan menikmati suasana Dieng dari ketinggian, kamu harus membayar tiket masuk kurang lebih 10 ribu per orang. Sementara itu jam operasionalnya sendiri buka dari pukul 8 pagi sampai dengan 5 sore. Sangat disarankan datang lebih pagi ya, apalagi saat musim liburan.

Batu Pandang Ratapan Angin adalah 2 batu yang bertumpuk dan menonjol pada bagian ujung tebingnya. Mengapa dinamakan Batu ratapan sebab saat ada angin berhembus dan melewati batu maka akan menimbulkan suara mirip seseorang yang sedang meratap.

Karena lokasi tempat wisatanya berada di atas sebuah tebing maka kamu yang ingin datang ke sini harus sedikit berjalan kaki. Namun tenang saja, rasa lelah yang kamu rasakan akan terbayar dengan keindahan pemandangan alamnya.

Dari atas Batu Pandang, kita  benar-benar bisa melihat hamparan tanah Dieng yang sangat menyegarkan.

Telaga Pengilon

Telaga Pengilon

Telaga Pengolong Tempat wisata Dieng Wonosobo yang tak kalah menarik dengan tempat wisata sebelumnya. Bila dibandingkan dengan telaga warna, air di telaga ini terbilang jernih dan tak banyak mengandung belerang. Sehingga sangat memungkinkan hidupnya ikan serta bisa dimanfaatkan oleh penduduk sekitar. Entah itu untuk memancing atau sumber mata air pertanian.

Nama Telaga Pengilon sendiri memiliki arti. Dimana Telaga sendiri artinya danau dan Pengilon merupakan Bahasa Jawa yang artinya cermin atau kaca. Arti nama tersebut sesuai dengan kondisi air yang ada di Telaganya.

Terdapat sebuah mitos yang melekat erat dengan keberadaan Pengilon. Konon, dahulu kala ada seorang Ratu yang memiliki putri cantik. Lalu 2 ksatria memperebutkan anak Sang Ratu. Agar salah satunya bisa menikahi putrinya, Ratu memberikan syarat. Dimana, siapa yang berhasil membuat danau cantik maka ia berhak mendampingi putri.

Ternyata keduanya mampu membuat danau yang dimaksud. Awalnya, Ratu memilih ksatria pertama sebab ia bisa membuat danau yang jernih yaitu Pengilon. Namun karena si putri sangat terpesona dengan danau buatan ksatria kedua yaitu Telaga Warna maka keputusan ratu pun dicabut. Ia memilih sesuai yang diinginkan putrinya. Akhirnya putri menikah dengan ksatria dua.

Itu hanya mitos semata yang memang sangat erat dengan Telaga Pengilon. Biar begitu, keindahan sekitar telaga bukanlah mitos melainkan fakta. Sehingga, kamu benar-benar harus datang ke wisata Dieng Wonosobo ini.

Gunung Prau

Gunung Prau

Wisata Gunung Dieng yang wajib kamu kunjungi adalah Gunung Prau. Memiliki ketinggian 2.565 Mdpl, biasa didatangi oleh para pendaki nusantara maupun luar negeri. Keindahan yang ditawarkan oleh Puncak Prau memang sangat memesona. Apalagi Prau ini memang terkenal dengan Golden Sunrisenya. Dimana pemandangan matahari terbit menjadi momen paling diburu. Bayi matahari yang muncul dicelah pegunungan dengan sangat jelas akan memberikan pengalaman sangat sangat berbeda.

Di puncak Prau juga kita bisa melihat pemandangan Gunung Sindoro dan Sumbing dengan sangat jelas. Orang-orang kerap menyiapkan kamera agar bisa mengabadikan setiap moment saat berada di puncak. Sebab pemandangan alamnya memang sangat rugi bila terlewatkan.

Udara di malam hari hingga menjelang pagi akan sangat dingin. Angin yang berhembus kerap membuat para pendaki menggigil sehingga sangat dianjurkan agar kamu membawa jaket tebal plus sleeping bag. Selain itu, karena tidak ada air maka kamu harus membawa perbekalan air secukupnya.

Agar bisa sampai di puncak, kamu bisa memilih mau lewat jalur mana. Setidaknya ada 3 jalur utama yaitu Pranten, Patak Banteng dan Kenjuran. Bila ingin cepat sampai puncak, kamu bisa lewat Patak Banteng. Namun memang untuk jalurnya cukup ekstrim dan saat kemarau akan sangat berdebu.

Menghabiskan waktu 1 malam di puncak Prau tidak akan membuatmu rugi. Biarpun dinginnya bukan main, tapi tetap saja pendaki kerap menunggu di luar tenda untuk bisa melihat pemandangan golden sunrise di pagi hari.

Nah, saat turun dari puncak, kamu akan melihat pemandangan Telaga Warna. Dari kejauhan akan terlihat warnanya yang mencolok dan cantik. Lalu sekeliling danau yang ditumbuhi pepohonan. Sehingga semakin menambah kesan alaminya. Bila kamu memiliki waktu dan tidak terlalu lelah, selepas dari Prau sebaiknya kamu sempatkan untuk datang ke Telaga Warna dan menikmati pemandangan alamnya.

Gua Semar

Gua Semar

Gua Semar sebenarnya termasuk dalam tempat wisata Dieng yang berada satu kompleks dengan Telaga Warna. Lokasinya di Jalan Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Konon mengapa dinamakan Gua Semar karena dulunya Gua dijaga oleh seorang kakek bernama Eyang Semar. Selain itu, Gua juga pernah digunakan untuk tempat bertapa para raja Jawa.

Agar bisa masuk ke Kawasan wisata Gua, kamu harus membayar tiket masuk 2 ribu rupiah saja. Tidak mahal kan?

Selain menikmati pemandangan di dalam Gua Semar, wisatawan juga bisa melihat beberapa gua lainnya seperti Gua Kuda, Goa Sumur, Goa Pengantin dan lain-lain.

Luas Semar sendiri mencapai 4 meter persegi. Uniknya saat musim pemilu, tidak sedikit caleg yang datang ke tempat ini untuk bertapa, entah untuk apa. Bahkan beberapa penduduk pun kerap melakukan tirakat di dalam Gua Semar.

Hal tersebut dilakukan tak lain karena dulunya, Para Raja Jawa menganggap bahwa Dieng merupakan wilayah Kota Suci. Oleh sebab itulah banyak candi di bangun di wilayah tersebut. Konon bila ingin masuk ke wilayah tersebut, Raja Jawa harus mandi dulu di sumur suci.

Tuk Bima Lukar

Tuk Bima Lukar

Tuk Bima Lukar, berlokasi di Kalilembu, Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Tempat wisata di Dieng ini merupakan sebuah air mancur yang sumber airnya keluar dari batuan kuno. Nama Bima Lukar sendiri mempunyai arti. Bima adalah nama seorang tokoh Pandawa Lima dari cerita pewayangan. Sementara Lukas artinya melepas semua pakaian.

Kemunculan mata air tersebut dikaitkan dengan sosok Bima. Dimana saat itu Bima sebagai perwakilan dengan Pandawa berlomba untuk membuat sungai serta melawan Kurawa. Sebelum mulai menggali, ternyata ia mendapatkan wangsit agar membuat sungai dengan tak memakai busana sama sekali. Singkat cerita, ia mengikut wangsit tersebut dan mendapatkan kemenangannya.

Setelah itu, Bima melihat seorang gadis cantik yang sedang mandi di dalam Sungai buatan Bima. Ia terpana lalu berkata “Sira Ayu” atau kalau dalam Bahasa Indonesia artinya kamu cantik. Ucapan Bima tersebutlah yang dijadikan nama untuk Sungai Serayu.

Bangunan mata air Bima sendiri terdiri dari 3 tingkat. Tingkatan paling atas adalah yang paling suci dimana di bagian ini ada sebuah tempat yang disediakan untuk menyimpan sesaji. Sementara itu di bagian bawahnya ada sebuah kolam untuk menampung mata air.

Di undakan yang terbawah ada 2 pancuran yang tidak pernah berhenti mengalir. Di pancuran tersebut, masyarakat biasanya mencuci muka. Konon saat seseorang mencuci muka di air tersebut maka ia akan awet muda.

Bagaimana, kamu tertarik untuk berkunjung ke Tuk Bima Lukar dan mandi di mata airnya? Yuk langsung saja rencanakan perjalanan wisata ke sini. Untuk lokasi sendiri sebenarnya cukup strategis sebab berada di pinggir Jalan Raya Dieng Wonosobo dan tak jauh dari Gapura wisata Dieng.

Pesanggrahan Bumi Pertolo

Pesanggrahan Bumi Pertolo

Pesanggrahan Bumi Pertolo, destinasi wisata Dieng yang berlokasi di Jalan Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Adalah sebuah pesanggrahan yang sarat akan nilai mistisnya. Nama tempat ini mulai terkenal saat dijadikan sebagai tempat larung gimbal saat acara Dieng Culture Festival. Sebelumnya Pesanggrahan Bumi Pertolo dikenal sebagai tempat semedi sampai mencari pesugihan.

Lokasinya sendiri berada di Kawasan wisata alam Telaga Warna dan Pengilon. Sehingga saat kamu mengunjungi 2 telaga terkenal tersebut, kamu bisa lanjut berkunjung ke Pesanggrahan.

Bangunan pesanggrahannya sendiri dibuat dengan konsep rumah panggung. Material yang digunakan hampir seluruhnya adalah kayu. Sementara untuk luas banguannya kurang lebih 6 x 4 meter, ada area teras yang tidak terlalu besar di belakang rumah. Pintu masuk pesanggrahannya benar-benar dikunci rapat, sebab tidak boleh sembarangan orang datang ke tempat tersebut.

Bila kamu berjalan ke bagian belakang Pesanggrahan maka kamu akan melihat batu besar dan beberapa sesaji lengkap dengan dupanya. Konon orang yang berziarah atau melakukan pesugihan di Pesanggrahan Bumi Pertolo kerap melakukan perjanjian ataupun jual anak agar keinginannya terkabul.

Wana Wisata Petak 9 Dieng

Wana Wisata Petak 9 Dieng

Wana Wisata Petak 9 Dieng merupakan tempat wisata di Wonosobo Dieng, yang lebih tepatnya berlokasi di Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Wana Wisata Petak 9 sendiri adalah sebuah bukit kecil yang lagi-lagi berada di area wisata dieng Jawa Tengah Telaga Warna. Obyek wisatanya terbilang sangat strategis, apalagi untuk melihat pemandangan alam Dieng, khususnya Telaga Warna yang bertanding dengan Telaga Pengilon dengan sangat jelas. Beberapa pegunungan pun bisa kamu lihat dengan mata kepalamu sendiri. Udara yang sejuk pun bisa kamu hirup dan akan terasa menyegarkan.

Beberapa wisatawan biasanya sengaja bermalam dengan mendirikan tenda di Wana Wisata Petak 9 Dieng. Pihak pengelola wisata telah memfasilitasi area camping di tanah datar dan luar. Bisa memuat setidaknya 100 tenda.

Jembatan Merah Putih Dieng

Jembatan Merah Putih Dieng

Objek Wisata Dieng, Jembatan Merah Putih berlokasi di Jalan Dieng, Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Kamu akan ditantang untuk menguji adrenaline dengan menaiki sebuah jembatan yang bagian pijakannya terbuat dari susunan kayu sementara pegangannya dari tali. Jembatannya akan bergoyang saat kita berjalan di atasnya.

Bila kamu merasa takut, tak perlu khawatir, sebab wisatawan yang akan melewati jembatan akan mengenakan pengaman lengkap dengan helm dan tali pengaman yang diikat di tubuh.

Sebenarnya, Jembatan Merah Putih sendiri masih berada satu Kawasan dengan wisata Telaga Warna dan Telaga Pengilon. Sehingga saat berada di atas jembatan, sudah jelas pemandangan 2 telaga tersebut dapat kamu lihat.

Agar bisa masuk ke area Jembatan Merah Putih, kamu akan dikenakan tarif masuk sebesar 5 ribu rupiah saja. Sementara kalau ingin menaiki wahan flying fox, kamu hanya perlu membayar biaya tambahan 20 ribu rupiah saja.

Batu Tulis Dieng

Batu Tulis Dieng

Batu tulis Dieng Jawa Tengah adalah sebuah batu yang dikeramatkan oleh masyarakat Dieng. Disebut juga Batu Semar sebab bentuknya yang menyerupai wajah Semar bila dalam pewayangan Jawa. Lokasi batunya ada di Tepi Telaga Warna Dieng selain itu juga berdekatan dengan beberapa goa keramat seperti Goa Semar dan Goa Jaran.

Baca Juga: Tempat Wisata Di Solo

Dieng memang salah satu Kawasan yang terkenal akan hal-hal mistisnya yang melegenda. Tak heran bila beberapa tempat wisata pun kerap dikaitkan dengan hal mistis tersebut. Namun biarpun begitu, suasana alam yang ada di sekitar Batu Tulis Dieng tak kalah menariknya. Kamu bisa menikmati selagi berada di sana, suasana yang sejuk dan udara yang bersih.

Bila berkunjung ke tempat mistis dan bersejarah sebaiknya kamu selalu menjaga sikap ya, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Itulah 10 Tempat wisata di Dieng yang wajib kamu kunjungi. Bagaimana, tertarik untuk berkunjung ke Dieng? Akan lebih baik kamu datang saat bulan Agustus, dimana Dieng Culture Festival biasanya digelar. Ada banyak kegiatan yang memperlihatkan kebudayaan dan adat Dieng. Beberapa turis asing pun kerap datang saat acara tersebut guna melakukan dokumentasi. Sangat disarankan juga untuk membawa pakaian hangat ya, karena lokasi Dieng yang berada di dataran tinggi membuat udaranya cukup dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *