Tempat Wisata di Dogiyai

6 Tempat Wisata Di Dogiyai yang Paling Direkomendasikan

Posted on

Pulau Papua, kepulauan yang berada di ujung timur Indonesia yang memiliki beribu cerita. Mulai dari kekayaan sumber daya alamnya, keindahan alamnya hingga adat dan kebudayaan yang beragam. Di samping itu, kemajemukan suku di papua juga menjadikan pulau ini sebagai intan hitam yang mempesona.

Tempat Wisata di Dogiyai

Raja Ampat menjadi salah satu wisata papua yang mendunia. Namun masih ada loh tempat wisata lain yang juga memiliki pesona alam menakjubkan. Beberapa diantaranya terdapat di Kabupaten Dogiyai dan berikut adalah tempat wisata di Dogiyai yang paling direkomendasikan. Simak yuk!

Danau Makamo

Danau Makamo

Tempat wisata di Dogiyai paling direkomendasikan pertama adalah Danau Makamo, merupakan danau menawan yang dijadikan sebagai icon Kota Kigamani, Dogiyai. Jadi kalau ke Dogiyai sudah dipastikan kamu harus banget nih datang ke Makamo.

Letak danaunya berada di atas ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan luas mencapai 1.500 hektar. Tak heran bila udara di sekitar danau sangat menyejukkan dan agak lebih dingin. Pemandangannya pun sangat indah, benar-benar memanjakan mata.

Baca Juga: Wisata Deiyai

Hal paling unik yang bisa kamu jumpai di Danau Makamo adalah bentuk danau yang mirip seperti pulau Papua. Di samping itu, keindahan dataran tinggi yang berada di sekitar danau pun semakin mempesona apalagi dengan banyaknya tumbuhan hijau.

Bila kamu memiliki banyak waktu, kamu bisa lanjut menjelajahi perkampungan yang berada tak jauh dari lokasi wisata. Perkampungan ini huni oleh suku Mee, salah satu suku asli yang mendiami tanah Papua. Jadi, selain menikmati pemandangan, kamu juga bisa mengenal lebih dekat bagaimana adat dan kebudayaan Suku Mee.

Jalan Trans Nabire-Dogiyai

Jalan Trans Nabire-Dogiyai

Jalan Trans Nabire-Dogiyai sebenarnya bukan lokasi wisata sih, karena bisa dilalui oleh siapapun. Namun ada hal menarik dari jalan ini yang menjadikannya direkomendasikan untuk wisatawan kunjungi.

Sebuah jalan yang menjadi penghubung antar dua kota yang berada di Papua ini sangatlah penting keberadaanya. Apalagi untuk keekonomian kedua daerah yang terhubung. Saat dalam perjalanan, kita bisa berhenti sejenak di Trans Nabire-Dogiyai dan menikmati pemandangan bukit yang sangat hijau.

Ya, Trans Nabire-Dogiyai memang dikelilingi oleh bukit, pegunungan serta ladang hijau yang terbuka. Hal inilah yang menjadi daya tarik utama dan alasan mengapa beberapa orang sengaja berhenti. Penat dalam perjalanan bisa sedikit terobati saat kamu disambut oleh pemandangan alam Papua yang begitu indah.

Wisata Kopi Dogiyai

Wisata Kopi Dogiyai

Tiap daerah di Indonesia biasanya memiliki satu keunggulan yang terkenal salah satunya dari hal kuliner. Nah kalau Kota Dogiyai sendiri terkenal sebagai penghasil biji kopi yang khas dan merupakan unggulan yang telah ditanam sejak tahun 1950-an. Orang yang pertama memperkenalkan kopi Dogiyai adalah seorang misionaris asal Belanda yang datang ke Indonesia. Kopi ini merupakan arabika jenis typica.

Jadi, mumpung kamu sedang berada di Papua sebaiknya berkunjung sebentar ke Dogiyai untuk mencoba bagaimana sih rasa kopinya.

Bila dari segi aroma, wanginya mirip seperti kacang panggang yang bercita rasa gurih. Aromanya pun sangat harum. Bila secara kualitas, kopi-kopi yang ada di Dogiyai ini termasuk dalam golongan speciality grade dengan kualitas biji kopi nomor 1.

Mengapa kualitasnya bisa terbaik? Sebab proses pengolahan yang dilakukan sangatlah baik, melalui beberapa proses seperti Honey, Semi Wash, Full Washed, dan juga Natural Process.

Bila kamu bingung mau membawa oleh-oleh apa dari Papua, kamu bisa sekali nih traveler membawa kopi dogiyai sebagai oleh-oleh khas setempat. Namun, kamu harus siap-siap dengan harganya ya! Untuk per 1 kg biji kopi biasanya akan dibandrol dengan harga 200 ribu sampai dengan 500 ribu rupiah. Selain membawa sebagai oleh-oleh, kamu juga bisa mencicipi kopi dogiyai di warung-warung sekitar.

Lembah Hijau

Lembah Hijau

Jalan-jalan ke tempat wisata alam memang tak akan pernah membosankan. Jadi datang ke Dogiyai pun pastinya tak akan membosankan. Sebab ada beberapa tempat wisata alam yang bisa memanjakan waktu liburanmu. Salah satunya adalah Lembah Hijau yang berada di distrik Kamuu, Kigamani.

Sebuah tempat wisata yang sengaja dibuka untuk umum guna menikmati panorama lahan terbuka yang begitu luas. Ada pula hamparan rumput ilalang hijau yang tumbuh dengan tinggi. Udara sekitar terasa lebih menyegarkan dan bersih sehingga paru-paru kita akan begitu dimanjakan.

Sebelum masuk ke Kawasan lembanhnya, kamu harus menyiapkan uang cash untuk tiket masuk dulu ya. Kisaran 20 ribu per orang itupun saat hari kerja. Kalau saat hari libur nasional dan akhir pekan biasanya harga akan sedikit lebih mahal. Bisa dimaklumi sih karena pengunjung pun pasti akan semakin membludak alias padat.

Perkampungan Suku Mee

Perkampungan Suku Mee

Sebelumnya sudah disampaikan bahwa tak jauh dari Danau Makamo ada sebuah perkampungan yang dihuni oleh Suku Mee. Nah, Wisata Dogiyai berikutnya yang direkomendasikan sudah jelas adalah perkampungan tersebut.

Kamu bisa lebih dekat dengan masyarakat setempat. Kamu bisa melihat seperti apa kesehariannya, bagaimana cara berpakaiannya, apa adat yang masih dipegang teguh hingga sekarang, dan banyak lagi.

Sebuah cerita yang dipercaya oleh Suku Mee yaitu nenek moyang mereka saat masa prasejarah telah bermigrasi dari arah timur. Atau lebih tepatnya dari Pupupapa atau Gua Besar (Pagimo Peku) yang ada di Lembah Baliem.

Dalam kesehariannya, mereka berkomunikasi menggunakan Bahasa Mee dengan dialek Dogiyai. Kamu bisa mempelajari sedikit Bahasa mereka untuk sekedar menyapa, sehingga bisa lebih dekat dengan masyarakat.

Orang-orang suku mee secara umum lebih mengenal sistem pertanian berladang atau disebut juga sebagai bugi. Sementara itu untuk jenis tumbuhan yang bisa ditanam adalah umbi-umbian, pisan serta sayuran.

So, datang ke sini dijamin tak akan rugi. Kamu akan mendapatkan banyak hal yang sebelumnya belum pernah kamu ketahui apalagi yang berkaitan dengan Suku Mee.

Pusat Kota Dogiyai

Pusat Kota Dogiyai

Oke traveler untuk wisata Dogiyai yang terakhir adalah pusat kota Dogiyai. Lagi-lagi ini sebenarnya bukanlah sebuah tempat wisata. Namun memang banyak dikunjungi oleh para wisatawan yang ingin mengetahui bagaimana suasana kota di Dogiyai? Disamping ada suku-sukunya yang masih hidup secara tradisional.

Pusat kota sendiri sudah jelas merupakan pusat pemerintahan kabupaten Dogiyai. Perekonomian serta sarana transportasi pun sudah berkembang dengan sangat pesat. Sehingga sangat berbeda dengan suku-suku di pedalaman yang belum mengenal hal-hal yang lebih modern. Bila di pusat kota handphone sudah menjadi barang yang biasa saja namun belum tentu di pedalaman.

Bahkan soal penerangan pun beberapa masyarakat pedalaman masih saja ada yang menggunakan penerangan tradisional. Biarpun begitu, mereka bisa hidup dengan cukup baik sampai sekarang.

Itulah 6 tempat wisata di Dogiyai yang paling direkomendasikan untuk kamu. Bagaimana sudah ada rencana ke Dogiyai dalam waktu dekat ini belum?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *