Tempat Wisata Di Ende

10 Tempat Wisata Di Ende yang Wajib Kamu Kunjungi

Posted on

Ende merupakan salah satu daerah di pesisir selatan Flores yang patu kita eksplore, apalagi soal tempat wisatanya. Kota terbesar ini memiliki potensi wisata dari berbagai sektor mulai dari tempat kuliner hingga budaya.

Tempat Wisata di Ende

Nah guys, kalau kamu berencana untuk menjelajahi tempat wisata Nusa Tenggara Timur, nggak ada salah nya buat menjadikan Ende sebagai daerah pilihan untuk dikunjungi. Dijamin, kamu akan mendapatkan pengalaman liburan berbeda! Dan untuk rekomendasinya berikut adalah 10 tempat wisata di Ende yang paling banyak dikunjungi, yuk disimak!

Danau Kelimutu

Danau Kelimutu

Danau Kelimutu merupakan tempat wisata di Ende yang terkenal akan pesona alamnya yang amat menakjubkan. Bahkan tau nggak sih, kalau danau ini pernah dijadikan objek gambar di mata uang yang kita gunakan, yaitu pecahan 10 ribu rupiah.

Selain keindahan, Kelimutu juga mempunyai keunikan dar warna air danaunya yakni terdapat 3 warna dari 3 danau; Biru, Merah, Putih. Warna-warna tersebut memiliki arti dan makna tersendiri.

Baca Juga: Wisata Belu

Air danau berwarna biru disebut juga Tiwu Nuwa Muri Koo Far berarti tempat berkumpulnya jiwa muda-muda yang telah meninggal. Lalu air danau berwarna merah atau disebut Tiwu Ata Polo berarti tempat berkumpulnya jiwa orang meninggal dan selama hidupnya melakukan kejahatan. Sementara untuk air danau putih yang disebut Timur Ata Mbupu artinya tempat berkumpul jiwa orang tua yang sudah meninggal.

Sampai sekarang, masyarakat setempat yakin bahwa keluarga yang sudah meninggal maka rohnya akan berkumpul di antara ketiga danau tersebut yang berdasarkan pada perilaku sosial.

Karena lokasi danau berada di atas ketinggian maka udara di sekitar danaunya pun masih terasa menyejukkan. Cocok sekali untuk kamu yang ingin menghindari polusi udara kendaraan sejenak. Nah, untuk tiket masuknya sendiri ada beberapa macam dibedakan berdasarkan status wisatawan. Untuk asing 150 ribu per orang, untuk local 5 ribu rupiah saja per orang. Bila membawa kendaraan akan dikenakan biaya tambahan, moto 5 ribu per orang dan mobil 10 ribu per orang.

Kampung Adat Wolotopo

Kampung Adat Wolotopo

Sebuah perkampungan yang dibuka untuk wisatawan umum di Ende juga patut kamu kunjungi. Lokasinya 14 km dari pusat kota, kampung ini bernama Kampung Adat Wolotopo. Kampung megalitikum yang masih memegang teguh adat istiadat yang ditinggalkan nenek moyang.

Di sini, wisatawan bisa melihat kentalnya adat kebudayaan mulai dari tempat tinggal yang digunakan. Dimana rumah-rumah dibangun dengan susunan batu yang tinggal dan kokoh. Sementara itu, untuk masyarakatnya yang tinggal di kampung adat Wolotopo sendiri adalah komunitas adat Suku Lio yang secara konsisten terus menjalankan pengembangan seni serta kerajinan tenun ikat.

Rumah dan Taman Renungan Bung Karno

Tempat selanjutnya yang bisa kamu jelajahi adalah Rumah dan Taman Renungan Bung Karno. Tentu dan sudah seharusnya kamu ingat dengan sosok Bung Karno, presiden pertama RI yang sempat diasingkan di Ende selama kurang lebih 4 tahun, yakni pada tahun 1934-1938.

Rumah seorang tokoh bernama Abdullah Ambuwaru dijadikan sebagai tempat tinggal Bung Karno bersama istrinya Ibu Inggit, anak angkatnya Ratna Djuami dan mertuanya Ibu Amsi. Dalam masa pengasingan, mereka menjalankan hidup secara sederhana dengan akses yang tak terlalu banyak untuk berkomunikasi dengan dunia luar.

Biarpun keadaan kerap membuat tertekan namun Bung Karno tetap menjaga semangat kemerdekaan dan terus berpikir tentang banyak hal, salah satunya Pancasila. Di sini ia juga mulai mendalami ilmu agama lebih luas, pluralisme pun ia pelajari hingga berbincang dengan pastor-pastor di Ende.

Di belakang rumah tinggal Bung Karno dan keluarganya tersebutlah terdapat sebuah taman yang biasa dijadikan tempatnya merenung dan sampai sekarang dinamakan Taman Renungan Bung Karno.

Museum Tenun Ikat

Museum Tenun Ikat

Museum Tenun Ikat Ende berlokasi di area rumah adat Kota Ende yaitu Jalan Soekarno. Dulunya, tempat ini merupakan lapangan roket yang digunakan untuk menampilkan berbagai macam atraksi atau pagelaran seni. Ada sebuah panggung khusus yang disediakan untuk para penampil.

Sekarang museum ini jadikan tempat untuk memperlihatkan warisan budaya tenun ikat khas Ende Nusa Tenggara Timur yang memancarkan daya tarik tersendiri. Ada berbagai macam corak motif dengan warna tertentu. Seperti kain yang berwarna coklat dengan sebuah motif yang menceritakan bagaimana adat istiadat serta kepercayaan masyarakat setempat.

Ada pulau kain dengan motif gajah pada kain Zawo Nggaja Soke Mata Mere, dibuat dengan teknik ikat lungsi dan tenun sederhana. Mengartikan bahwa gajah adalah salah satu binatang kesayangan para dewa. Lalu kain bermotif huruf kanji menggambarkan jejak para pendatang dari Indocina ke Ende, Flores. Nusa Tenggara Timur.

Pantai Ria

Pantai Ria

Nusa Tenggara adalah sebuah kepulauan yang dikelilingi perairan. Jadi tak heran kalau di tiap daerahnya terdapat wisata pesisir seperti di Ende, Flores. Ada sebuah pantai bernama Pantai Ria, salah satu wisata yang cukup populer di kota ini.

Hamparan pasir putih dan birunya air laut yang khas memperlihatkan betapa cantiknya pantai timur Indonesia. Lengkap dengan berbagai fasilitas sederhana namun terawat, Ria semakin bisa membuat nyaman siapapun yang liburan di sini.

Saat sore hari menjelang, wisatawan dapat menikmati pemandangan lembayung. Langit berwarna jingga, di kejauhan matahari pun mulai terbenam, sunggu pemandangan indah nan mempesona. Kamu bisa melihat pemandangan sembari menikmati kuliner khas pantai, ada kelapa muda, ikan bakar, dan lain-lain.

Kampung Adat Jopu

Kampung Adat Jopu

Ende merupakan wilayah di Nusa Tenggara Timur yang kebanyakan penduduknya masih menjaga warisan adat dan kebudayaan nenek moyang. Sehingga tak heran kalau ada cukup banyak Kampung Adat yang menjadi tempat tinggal suku-suku tertentu. Seperti Kampung Adat Jopu yang berlokasi di Ranggase, Wolokoli, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Biarpun tak banyak rumah adat yang bertahan di kampung ini namun cukup mengobati rasa penasaran para pengunjung yang datang ke Kampung Adat ini. Wisatawan juga akan diajak menelusuri cerita adat Jopu oleh Mama Maria, satu-satunya warga yang dapat berbicara Bahasa Inggris. Mama Maria memang sangat dikenal oleh wisatawan sebab kepiawaiannya dalam bercerita mampu membawa para pendengar membayangkan sedang pergi ke masa lalu.

Pasar Tradisional Ende

Pasar Tradisional Ende

Kalau liburan ke suatu tempat atau daerah rasanya tak lengkap kalau tak membawa buah tangan atau oleh-oleh khas setempat, benar tidak? Nah, begitu juga saat kamu datang ke Ende, kalau punya uang yang cukup, kamu bisa menyempatkan diri untuk berbelanja di pasar tradisional Ende.  Di sini, wisatawan bisa menemukan berbagai macam kain tenun dengan motif beragam. Ada banyak pedagang sehingga kamu dapat memilih dan tawar menawar harga sesuai dengan kondisi keuangan.

Pantai Batu Biru

Pantai Batu Biru

Di Ende terdapat sebuah pantai yang menawarkan pesona unik yaitu Pantai Batu Biru. Seperti namanya, bebatuan di pantai ini memang memiliki warna berbeda dengan kebanyakan batu pada umumnya yakni berwarna biru.

Namun ternyata bukan hanya biru saja, melainkan ada banyak warna batu lain seperti ungu, kuning, merah, dan lain-lain. Batu tersebut pun tak hanya terdiri dari 1 bentuk, ada banyak bentuk mulai dari kotak, bundar, segitiga hingga lonjong. Masyarakat setempat biasanya memungut dan menyortir batu-batu tersebut kemudian menjualnya.

Pesona lain dari pantai batu biru adalah garis pantainya yang Panjang, wisatawan dapat menjelajahi garis pantai tersebut sepuasnya. Hamparan pasir putih yang dipadukan dengan birunya air laut pun semakin menarik perhatian siapapun yang datang ke sini.

Pantai Mbu’u

Pantai Mbu’u

Pantai Mbuu, pantai yang belum terlalu banyak dikenal oleh wisatawan namun sangat direkomendasikan untuk kamu jelajahi. Berlokasi 5 km dari pusat kota, wisatawan dapat menempuhnya dalam waktu kurang lebih 15 menit saja bila menggunakan kendaraan bermotor.

Lebih tepatnya, pantai ini berada di belakang bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende. Pantai Mbu’u biasanya dijadikan sebagai alternatif tempat wisata akhir pekan oleh masyarakat setempat. Sebab Mbu’u mudah dijangkau dan ditemukan lokasinya.

Pemandangan alam khas pantai bisa wisatawan nikmati, ditemani semilir angin laut yang menyejukkan. Ada pula pemandangan para wanita yang sedang mencari batu untuk penambangan batu dan pasir. Hampir setiap hari Mbu’u memang ramai oleh aktivitas tambang. So, bagi yang penasaran dengan proses penambangan pasir pantai, kamu bisa datang ke Mbu’u, bila dari bandara tentu akses jalannya akan lebih mudah.

Gunung Iya

Gunung Iya

Kamu penikmat ketinggian alias sangat menyukai pemandangan dari atas ketinggian dan aktivitas mendaki? Kalau iya, saat berada di Ende, kamu bisa menyempatkan diri untuk mendaki ke puncak Gunung Iya. Salah satu gunung stratovolcano yang berlokasi di bagian selatan Pulau Flores. Dari atas puncak Iya, wisatawan dapat melihat pemandangan flores secara keseluruhan khususnya untuk wilayah perairannya.

Namun wisatawan harus berhati-hati, karena Gunung Iya masih aktiv dan sesekali masih bisa meletus. Oleh sebab itulah kalau ada peringatan untuk tidak mendaki sebaiknya kamu jangan memaksakan untuk mencapai puncak agar tidak membahayakan.

Sedikit tips saat kamu hendak berwisata ke suatu daerah. Pastikan kamu sudah mencari tahu dulu bagaimana kebiasaan masyarakat setempat, agar kamu bisa menyesuaikan. Misalkan saat ada upacara adat tertentu yang dilakukan, sebaiknya jangan terlalu berisik.

Pelajari juga sedikit Bahasa yang digunakan agar kamu bisa lebih akrab misal bagaimana mengucapkan terima kasih atau meminta izin melakukan sesuatu. Terakhir, hormati tiap perbedaan adat, kebudayaan, dan lain-lain. Jangan mengeluarkan kata-kata tak sopan atau mengganggu.

Baca Juga: Wisata Timur Tengah Utara

Dan kalau yang kamu kunjungi adalah wisata alam, persiapkan berbagai macam perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan ya. Kalau mendaki gunung dan menginap sudah pasti kamu harus membawa tenda, makanan dan minuman secukupnya, dan lain-lain. Berbeda halnya bila kamu ke pantai yang memang notabene sudah cukup banyak pedagang berjualan, kamu tak perlu terlalu banyak bawa perlengkapan namun bawa uang cash yang cukup.

Oke traveller itulah beberapa tempat wisata di Ende yang bisa kamu kunjungi dan jelajagi. Masih ada cukup banyak tempat menarik lainnya yang kental akan adat dan budaya setempat. Kalau kamu punya lebih banyak waktu dan perbekalan, sangat disarankan untuk mengeskplore lebih jauh tempat wisata lain yang ada di Ende.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *