Tempat Wisata Di Solo

11 Tempat Wisata Di Solo yang Sarat Akan Makna Sejarahnya

Posted on

Kota Solo atau Surakarta merupakan salah satu Kota yang berada di Jawa Tengah. Adat dan kebudayaan sangat kental melekat pada masyarakat Solo membuat tempat wisata di Solo tak pernah lepas dari nilai sejarah atau mistisnya. Bila kamu berencana untuk liburan ke Solo, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu tempat-tempat yang direkomendasikan.

Daftar Tempat Wisata di Solo

Artikel ini akan memberikan informasi seputar tempat wisata Solo yang bisa kamu kunjungi. Simak yuk ulasan berikut ini.

Petilasan Kraton Kerajaan Pajang

Petilasan Kraton Kerajaan Pajang

Petilasan Keraton Kerajaan Pajang, berlokasi di Dusun I, Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebuah wisata sejarah yang sangat terkenal. Di dalam Kawasan Keraton tersebut berdiri sebuah Gapura Agung Wringin Lawang, letaknya seperti sedang menyambut para peziarah saat datang ke ke sini. Bentuk Gapuranya mirip Candi Bentar lalu dilengkapi dengan sebuah Arca Dwarapala. Di belakangnya terdapat sebuah pohon beringin yang terbilang sangat rimbun serta patung harimau putih. Suasana mistis akan cukup terasa.

Di Petilasan Keraton Kerajaan Pajang juga terdapat sebuah kayu tua yang konon, kayu tersebut adalah sisa-sisa dari rakit Joko Tingkir. Dimana saat itu Joko Tingkir sedang melakukan perjalanan menuju Demak.

Sekilas mengenai sejarah Keratonnya. Dirintis oleh Koesnadi Kusumo Hoeningrat tahun 1993 tepatnya pada tanggal 2 Desember. Lalu di tahun 2011 nya, Yayasan Kasultanan Keraton Pajang baru resmi berdiri bersamaan dengan ritual jumenengan Suradi yang akan menjadi Adipati bergelar Kanjeng Raden Adipati Suradi Joyonegoro. Di samping itu, berdirinya Kasultanan Panjang sebenarnya sudah sejak tahun 1549 pasca runtuhnya Jipang Panolan.

Baca Juga: Tempat Wisata Di Salatiga

Tempat ini memang sarat akan makna sejarah dan nilai spiritualnya. Sehingga tak heran banyak wisatawan yang memang sengaja datang untuk berziarah. Bagi kamu yang hanya sekedar ingin melihat keunikan bangunan keraton juga sangat bisa sekali. Namun usahakan jangan terlalu berisik ya apalagi saat orang-orang melakukan ritual ziarah.

Waduk Cengklik

Waduk Cengklik

Waduk Cengklik merupakan tempat wisata di Jawa Tengah yang berlokasi di Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Bagi wisatawan lokal, waduk ini sangat terkenal karena keindahan matahari terbenamnya. Sehingga tak heran, di sore hari akan cukup banyak orang yang sekedar menikmati suasana sekitar waduk dan menanti terbenamnya matahari.

Pasalnya pemandangan senja di Waduk Cengklik sangat indah sekali. Warna orange yang semakin pudar karena berganti malam memberikan kesan romantisme tersendiri. Beberapa orang kerap mengabadikan momen tersebut. Tak jarang juga, pengendara yang berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan tersebut sampai matahari benar-benar terbenam.

Bila saat musim kemarau matahari di ufuk barat akan terbenam kurang lebih pukul 17.30 WIB maka berbeda dengan di Waduk Cengklik. Dimana matahari akan terbenam lebih cepat. Ini disebabkan karena ada 2 kawasan pegunungan serta 2 gunung tinggi di sisi barat. Sehingga momen sunsetnya akan terjadi pada pukul 17.5 WIB. Namun itu pun akan tergantung pada posisi mataharinya. Bila sedang sejajar dengan Gunung Merbabu maka bisa dipastikan waktu terbenam akan lebih cepat.

Bagaimana, kamu tertarik berkunjung ke Waduk Cengklik dan menikmati pemandangan sunsetnya?

Tugu Apem Sewu

Tugu Apem Sewu

Wisata Solo Tugu Apem Sewu berlokasi di Jalan Gotong Royong, Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Merupakan sebuah tempat wisata di Solo yang sarat akan tradisi dan sejarahnya. Sebuah tradisi apam (apem) sewu kerap dilakukan. Yang mana ini merupakan amanah yang disampaikan oleh seorang ulama yang menyebarkan agama Islam, yaitu Ki Ageng Gribig. Ia menyampaikan bahwa warga setidaknya harus membuat 1000 kue apem dan membagikannya pada masyarakat sebagai wujud rasa syukur.

Dalem Kalitan

Dalem Kalitan

Tempat wisata Solo Dalem Kalitan berlokasi di Timuran, Penumping, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Ini adalah hunian yang pernah ditinggali Bapak Harto lalu dijadikan sebagai tempat wisata dan boleh dimasuki oleh siapa saja. Wisatawan tak akan dipungut biaya untuk bisa masuk. Hanya perlu menyimpan KTP dan mengisi daftar tamu saja. Ada pula seorang pemandung yang siap menjelaskan benda-benda bersejarah serta ruangan yang ada di Dalem Kalitan.

Sekilas mengenai sejarah Dalem Kalitan. Awalnya, rumah ini merupakan peninggalan dari Sunan Paku Buwono X pada tahun 1874. Lalu diberikan pada putri sulungnya yaitu Kanjeng Gusti Ratu Alit. Itulah mengapa nama rumah tersebut lebih dikenal dengan nama Kalitan.

Pada tahun 1960, rumah tersebut kemudian dibeli kemudian dijadikan sebagai hunian turun temurun. Mulai dari Prawironegoro yang tidak lain adalah saudara Kanjeng Pangeran Sumoharyono serta orang tua Tien Soeharto istri Bapak Harto, presiden RI yang kedua.

Orang tua dari Ibu Tien sendiri masih memiliki hubungan kekerabatan dari Keraton Mangkunegaran. Dimana mereka merupakan KPH Soemoharjomo serta Raden Ayu Hatmanti Hatmohoedojo.

Pasca kedua orang tua ibu Tien wafat, Dalem Kalitan lalu dialih fungsikan sebagai tempat berkumpulnya keluarga besar. Ada sebuah pohon beringin yang sudah berusia puluhan tahun berada di halam depan. Semakin memberikan suasana yang lebih sejuk. Bagian halaman depannya kerap dijadikan tempat berjualan oleh masyarakat sekitar.

Nah, apakah kamu penasaran juga dengan Dalem Kalitan? Yuk langsung saja rencanakan perjalananmu ke Solo dan jangan lupa kunjungi tempat bersejarah ini.

Kali Pepe

Kali Pepe

Kali Pepe merupakan wisata di Kota Solo yang kerap dikunjungi oleh masyarakat sekitar, sekedar menikmati suasana perairan dan wahana air yang ada di Kali tersebut. Ada sebuah perahu yang bisa disewa dan akan mengajak kamu berkeliling kali guna menikmati suasana sekitar. Sekilas mengenai sejarah kali Pepe. Tempat ini dirintis oleh Pokdarwis Sudiroprajan kurang lebih 4 tahun yang lalu.

Panjang jalur yang akan dilintasi perahu di Kali Pepe kurang lebih 800 meter. Mulai dari bawah Jembatan Pasar Gede, lalu putar balik di Jembatan Kampung Ketandan, lalu kembali lagi ke Jembatan Pasar Gede. Kamu benar-benar akan diajak menyusuri sungai yang bersih. Namun tahukah kamu sebelum menjadi bersih seperti sekarang, dulunya sungai ini sangatlah kumuh.

Saat hari perayaan imlek, Kali Pepe kerap menjadi tujuan wisata sebab ada banyak acara digelar. Saat malam hari, perahu pun akan terlihat cukup unik sebab ada lampu yang menghiasinya. Kalau kamu mau, kamu bisa berkeliling Kali saat malam hari. Kurang lebih 15 menit di atas perahu, tentu sudah bisa memuaskan rasa penasaranmu.

Selama perjalanan pun kamu akan disambut dengan dinding yang dipenuhi oleh murah. Dimana mural tersebut adalah hasil karya sebuah kompetisi mural yang pernah diadakan pada bulan Agustus 2019.

Masjid Agung Keraton Surakarta

Masjid Agung Keraton Surakarta

Masjid Agung Keraton Surakarta, sebuah tempat suci umat muslim yang banyak dikunjungi oleh wisatawan luar kota. Pada masa pra-kemerdekaan, masjid agung ini adalah milik kerajaan yang difungsikan sebagai tempat ibadah serta pusat dakwah islam saat itu, khususnya untuk warga kerajaan. Dibangun oleh Sunan Pakubuwono III pada tahun 1762 dan baru rampung pada tahun 1768. Objek wisata Solo ini sangat sarat akan makna sejarah dan nilai spiritualnya. Sehingga bagi umat muslim ini merupakan tempat sacral.

Bangunan masjidnya menempati lahan dengan luas kurang lebih 19.180 meter persegi. Dipisahkan dengan lingkungan sekitarnya menggunakan sebuah tembok dan juga pagar yang mengelilingi masjid dengan ketinggian 3,25 meter. Bangunannya sendiri bergaya tajug dengan atap tumpang tiga serta puncak mustaka atau mahkota.

Di salam kompleks masjidnya juga terdapat beberapa bangunan yang memiliki fungsi kultural khas Jawa Islam.

Sementara itu, untuk sekarang ini Masjid Agung Keraton Surakarta masih dirawat agar tak menghilangkan konsep bangunannya. Selain itu juga difungsikan sebagai tempat ibadah umat islam.  Tak jarang umat agama lain datang ke Keraton Surakarta sekedar untuk napak tilas sejarahnya dan menikmati keunikan bangunan masjid.

Pasar Triwindu

Pasar Triwindu

Pasar Triwindu sebenarnya bukan termasuk dalam wisata solo terbaru, sebab sudah berdiri sejak lama dan menjadi wisata belanja yang cukup populer di Kota Solo. Dikenal juga sebagai pusatnya barang antic dan kuno. Tak heran bila wisatawan yang senang dengan barang-barang vintage, tak pernah melewatkan untuk berkunjung ke Pasar Triwindu.

Sekilas mengenai sejarah Triwindu. Ini adalah peninggalan dari Raja Pura Mangkunegaran. Dimana awalnya nama pasar ini adalah Pasar Windujenar. Lalu seiring dengan perkembangan zaman, nama pun berubah menjadi Triwindu. Berbagai barang antic dan kuno menjadi komoditi utama yang diperjual belikan. Ada keris, batik, perkakas rumah tangga, radio kuno, patung, lampu hias, mainan jaman dulu, dan banyak lagi.

Sementara itu, untuk pembelinya sendiri memang didominasi oleh wisatawan yang datang ke Solo. Tidak hanya dari penjuru daerah Indonesia saja, namun banyak kolektor luar negeri sengaja datang ke Triwindu untuk mencari barang yang mereka inginkan.

Bila kamu ingin datang ke sini sebaiknya perhatikan jam buka nya ya. Yaitu dari pukul 9 pagi sampai dengan 5 sore. Waktu bukannya terbilang sebentar sehingga kamu sebaiknya datang lebih pagi agar puas berkeliling.

Alun-Alun Kidul Surakarta

Alun-Alun Kidul Surakarta

Alun-Alun Kidul Surakarta merupakan objek wisata Solo yang kerap dijadikan sebagai tempat wisata keluarga oleh masyarakat setempat. Letaknya sendiri masih berada di Kompleks Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat. Tepatnya di jantung Bengawan. Sehingga wisatawan yang datang ke Alun-Alun bisa sekaligus menikmati suasana Keraton.

Di sekitar alun-alun juga kamu bisa menikmati wisata kuliner murah yang dijajakan oleh para pedagang kaki lima. Kuliner yang disajikan cukup beragam mulai dari makanan khas solo, lalu cemilan seperti jagung bakar, air kelapa muda, wedang alse dan ronde, angkringan dan banyak lagi.

Kalau mau, kamu bisa menggelar tikar di atas rumput. Sembari bersantai dan menikmati angin sepoy-sepoy serta mencicipi makanan khas setempat. Tentu bisa menjadi pengalam liburan yang berbeda selama berada di Kota Solo.

Kampung Wisata Batik Kauman

Kampung Wisata Batik Kauman

Wisata Sekitar Solo memang terkenal akan adat dan kebudayaannya, khususnya yang berkaitan dengan Batik. Solo memang terkenal sebagai penghasil batiknya, sehingga tak heran kalau ada Kampung Wisata Batik yang akan menawarkan perjalanan wisata berkaitan dengan batik.

Sebuah perkampungan yang menjadi pusat batik tertua di Kota tersebut. Lokasinya tidak jauh dari Jalan utama yaitu Slamet Riyadi dan Jalan Rajiman. Akses untuk menuju kampung batik kauman pun terbilang mudah sebab sudah bisa menggunakan angkutan umum seperti Bus Batik Solo Trans.

Sekilas mengenai sejarah perkampungan batik ini. Dulunya Kampung Wisata Batik Kauman merupakan pemukiman abdi dalem Keraton Kasunan. Sebuah tradisi membatik sudah diwariskan secara turun temurun. Bila dibandingkan dengan Laweyan, konsep motif batik di Kauman lebih menampilkan motif klasik yang mana didasarkana pada pakem atau pun standar keraton. Kurang lebih hasil batiknya akan mempresentasikan motif batik yang digunakan di Keraton Kasunan.

Terdapat lebih dari 30 industri batik di kampu ini. Sehingga kamu akan dimanjakan dengan kain-kain batik khas Solo. Uniknya lagi, kamu bisa melihat secara langsung bagaimana proses membatik. Bahkan kalau mau belajar pun sangat bisa sekali.

Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg

Benteng  Vastenburg merupakan sebuah benteng bersejarah yang menjadi daya tarik kota Solo. Sehingga mengundang wisatawan untuk datang ke benteng ini dan tak lupa berfoto agar bisa mengabadikan momen. Sebuah benteng bergaya klasik yang memiliki sejarah tersendiri berdiri kokoh. Benteng ini merupakan peninggalan masa Belanda yang lokasinya berada di Gladak, Surakarta. Sudah dibangun sejak tahun 1745 atas perintah dari Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff, tak heran bila nilai sejarahnya sangatlah kental.

Bentuk dari tembok bentengnya sendiri mirip bujur sangkar yang di bagian ujungnya ada penonjolan ruang atau disebut sebagai bastion. Sementara itu, di sekeliling tembok terdapat sebuah parit yang difungsikan untuk pelindung, ada pun jembatan di pintu depan dan belakangnya.

Bangunannya terdiri dari beberapa barang yang dipisahkan berdasar fungsinya. Di bagian tengah bangunan terdapat lahan terbuka untuk persiapan pasukan atau apel bendera saat masa itu.

Pasca kemerdekaan benteng ini digunakan sebagai sebuah markas TNI untuk mempertahankan kemerdekaan di tahun 1970 sampai 1980 an. Sehingga tak heran bila Vastenburg sarat akan makna sejarahnya.

Pura Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran

Objek wisata di Solo selanjutnya masih berkaitan dengan kasunan atau kerajaan yaitu Pura Mangkunegaran atau Istana Mangkunegaran. Merupakan istana resmi dari Kadipaten Praja Mangkunegaran serta kediaman para penguasa saat itu.

Bangunan istana mulai didirikan pada tahun 1757 oleh Mangkunegara I. Dimana pembangunannya mengikuti dengan model keraton. Bila dilihat secara arsitektur, kompleks bangunan ini mempunyai bagian yang memang mirip dengan keraton. Misalnya saja Pamedan, Pendapat, Pringgitan, Dalem dan juga Keputren. Dimana seluruh kompleksnya pun dikelilingi oleh tembok. Hanya Pamedan saja yang diberikan pagar besi.

Baca Juga: Tempat Wisata Di Wonogiri

Lokasi Pura Mangkunegaran sendiri berada persis di Kelurahan Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Selain dijadikan sebagai tempat wisata yang dapat dikunjungi siapa saja. Tempat ini juga dijadikan sebagai kediaman Sri Paduka Mangkunegara. Untuk bisa menemukan lokasi puranya tak terlalu sulit.

Itulah 11 tempat wisata di Solo yang sarat akan makna sejarahnya dan wajib sekali kamu kunjungi. Sejarah kemerdekaan Indonesia memang sangat mempengaruhi keberadaan bangunan wisata yang ada di Kota Solo. Selain itu, bangunan-bangunannya pun masih dijaga agar tidak menghilangkan konsep asli serta nilai sejarahnya. Bagi kamu yang hendak berkunjung ke Solo tentu akan diajak menelusuri jejak sejarah Bangsa Indonesia. Ini akan menjadi pengalaman liburan paling berbeda dan menyenangkan. Jangan lupa juga untuk membeli batik sebagai buat tangan selepas liburan dari Solo ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *